Innalillahi, Foto Nirina Zubir Bersimpuh di Sisi Makam Dibanjiri Doa, Istri Ernest Cokelat Kini Masuk Kantor Polisi Gegara Kasus Ini

Foto artis peran Nirina Zubir yang bersimpuh di sisi makam dibanjiri doa dari netizen di media sosial. Istri musisi Ernest Cokelat kini masuk kantor polisi gegara kasus ini.

Nirina Zubir berduka ketika ibundanya meninggal dunia dalam tidurnya pada Selasa (12/11/2019) dini hari. Ketika itu, publik terkejut dengan kabar duka yang datang mendadak.

Awak media yang mencoba mencari tahu penyebab kematian ibunda Nirina Zubir hanya mendapatkan kabar singkat. “Kemungkinan semalam, kak. Baru ketahuan tadi pagi waktu mau dibangunin. Meninggal dalam tidur,” kata Lidia, asisten pribadi Nirina Zubir melalui pesan singkat kepada awak media.

Nirina Zubir mengatakan bahwa pemakaman ibunya dilakukan setelah salat asar di hari yang sama, lantaran menunggu 2 saudara kandungnya dari Malang dan Bali. Jenazah ibunda Nirina Zubir tiba di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan pada Selasa sekira pukul 16.00 WIB.

Jenazah dimakamkan di pusara yang sama dengan nenek dari Nirina Zubir. “Nanti dimakamkan di Tanah Kusir bersama ibunya ibu (nenek Nirina),” kata Nirina Zubir saat ditemui sebelum berangkat ke pemakaman.

Foto Nirina bersimpuh di sisi makam ibunda dibanjiri doa. Dia mengunggah foto itu di akun Instagram pribadinya yang sudah mendapatkan verifikasi.

Dalam keterangan foto itu, Nirina memberikan kenangan atas ibunda yang pergi selama-lamanya secara mendadak. Berikut kutipannya:

“THANK YOU ya semuaaa…

Thank you for all the love

Thank you for all the prayers

Thank you for all the flowers

Kata2 yg tepat sekali menggambarkan perasaan na sekarangini BUKANNYA “You don’t know what you get untill it’s gone” melainkan adalah “I know what I got and now she is GONE” ???? rest in peace mamakuw sayang…

Air yg keluar dari mata ini bukan airmata penyesalan atau bahkan ketidak ikhlasan…

ini adalah luapan rasa syukur dan terimakasih na ke mama untuk semua usaha perjuangan mama tuk membentuk na seperti sekarang ini…

semua yang na jalankan ini kan mimpi mama yg tertunda, ya kan mam? semoga mama bangga dengan pencapaian na sejauh ini ya ma…

Selamat kumpul2 dengan orang2 terkasih mama yg sudah lebih dulu kumpul di alam sana…

We love you mama… Salam sayang selalu, Unyilnya mama…”

Foto Nirina yang berduka itu mendapatkan doa dari netizen dan sahabatnya. Ada ratusan ungkapan bela sungkawa yang mengiringinya. Namun, dua tahun setelah kepergian ibunda, Nirina Zubir kembali dirundung duka.

Kini, istri musisi Ernest Cokelat malah harus masuk ke kantor polisi gegara kasus ini.  Nirina Zubir beserta keluarga besarnya terjerat kasus mafia tanah. Akibatnya, kerugian yang dialami oleh keluarga besar tersebut mencapai Rp 17 miliar.

Kejadian tersebut menimpa ibunda Nirina Zubir yang bernama Cut Indria Martini. Awalnya, ia mengira surat-surat tanahnya itu hilang. Cut Indria Martini pun mempercayai asisten rumah tangganya yang bernama Riri Khasmita untuk mengurusi surat-surat tersebut. Namun Riri Khasmita malah menyalahgunakan kepercayaan Cut Indria Martini.

“Awal mulanya adalah ibu saya ini dikira suratnya hilang sehingga dia minta tolong sama ART yang sudah bekerja dari 2009 untuk dibantukan diurus suratnya,” kata Nirina Zubir saat konferensi pers di kawasan Antasari, Jakarta Selatan, Rabu (17/11/2021).

Cut Indria Martini meminta tolong kepada Riri Khasmita pada tahun 2017 saat dirinya masih hidup. Dua tahun tak kunjung usai, ternyata Cut Indria Martini malah ditipu oleh asisten rumah tangganya yang sudah dipercayainya itu.

“Alih aih diurus tapi ternyata dia diam-diam menukar semua surat dengan namanya pribadi, nama Riri Khasmita dari Bukittinggi anaknya Nurhasni syah bersama suaminya Edrianto,” sambungnya.

Keduanya dibantu oleh tiga orang notaris, yaitu Faridah dari PPAT Tangerang serta Ina Rosaina dan Erwin Riduan dari PPAT Jakarta Barat.

Ada enam surat tanah yang dialihkan oleh Riri Khasmita. Dari total enam surat itu, dua diantaranya sudah dijual oleh Riri Khasmita. Di mana, dua aset itu berupa tanah kosong dan kini sudah dibangun oleh orang yang membelinya.

“Enam surat ditukar sama mereka, sebagian diagunkan ke bank dan sebagian lagi di jual dan dugaan kami uangnya dipakai untuk bisnis ayam frozen yang sudah punya 5 cabang,” lanjut Nirina Zubir.

Sampai ibunya meninggal dunia pada 2019, Nirina Zubir baru mengetahui hal tersebut. Kurang lebih keluarga Nirina Zubir mengalami kerugian sebesar Rp 17 miliar. “Kurang lebih Rp 17 M (kerugian),” kata Nirina Zubir.

Nirina kecewa besar dengan apa yang telah dilakukan oleh mantan asisten rumah tangganya tersebut kepada almarhumah ibu.

“Dia (Riri Khasmita) hidup dari ibu saya karena hatinya sensitif dan mau menolong orang. Dia bukan siapa-siapa tapi hati ibu saya mau menampung karena hidupnya kurang diterima sama keluarga ibu tirinya,” tutur Nirina dalam jumpa wartawan yang digelar di Hotel Goodrich pada Rabu (17/11/2021).

Pada awalnya Nirina beserta keluarga besar berniat baik untuk menyelesaikan secara kekeluargaan. Namun hal tersebut direspons negatif dengan melaporkan balik pihak Nirina ke polisi atas tuduhan penyekapan.

“Selain ngumpulin bukti kami sekeluarga ada niatan baik untuk menyelesaikan ini secara kekeluargaan. Malah kami akhirnya dimentahkan balik, ada lawyer dan segala macam,” ungkap Nirina Zubir.

“Kita bahkan nggak pernah sedikitpun tidak baik kepada dia, karena kita berterima kasih mereka ada di samping dia saat kita sibuk kerja tapi malah diambil kesempatan,” sambungnya kepada media.

Riri Khasmita melaporkan balik pihak Nirina Zubir dengan tuduhan penyekapan. Padahal, pihak Nirina hanya menyuruh satpam untuk berjaga di kediaman Riri dan suami. Kenyataannya, dia bebas keluar masuk tanpa penahanan apapun.

Atas laporan tersebut, pada Sabtu (13/11) malam, ada enam orang polisi yang mendatangi kediaman tersangka untuk menindaklanjuti laporan penyekapan tersebut. Hanya dua orang satpam yang menghadapi kedatangan polisi.

Para polisi tersebut hanya melakukan inspeksi lapangan untuk memastikan apakah laporan penahanan tersebut benar adanya atau tidak. Belum ada tindakan lebih lanjut atas hal tersebut.