Harta Rp 17 Miliar Milik Istri Digasak, Foto Kondisi Ayah Nirina Zubir yang Terserang Stroke Bikin Miris

Ayah Nirina Zubir awalnya tidak tahu harta berupa aset tanah senilai Rp 17 miliar milik istrinya, Cut Indria Martini digasak asisten rumah tangga (ART). Usai diberitahu keluarga, kondisi Zubir Amin langsung drop. Foto kondisi ayah Nirina Zubir yang terserang stroke bikin miris.

ART ibunda Nirina Zubir yang bernama Riri Khasmita kini sudah ditahan penyidik Polda Metro Jaya. Bersama suaminya, Edrianto, Riri tega menggasak aset tanah senilai Rp 17 miliar milik majikannya, Cut Indria Martini.

Aksi kejahatan Riri itu sudah dimulai sejak tahun 2017. Ketika itu, ibunda Nirina Zubir meminta tolong Riri untuk mengurus sertifikat tanah yang sebelumnya dikira hilang. Namun, bukannya melaksanakan perintah sang majikan, ART ibunda Nirina Zubir tergoda melihat harta yang dipercayakan kepadanya.

Riri sendiri sudah bekerja untuk ibunda Nirina Zubir sejak 2009. Ibunda Nirina sudah menaruh kepercayaan kepada Riri. Belakangan, Nirina syok ketika membaca pesan terakhir ibunda, yang meninggal dunia pada November 2019. Mendiang ibunda Nirina masih menanyakan keberadaan 6 sertifikat tanah yang dipercayakan ke Riri untuk diurus.

Belakangan Nirina semakin terkejut ketika mendapatkan cerita, Riri sudah sering memanfaatkan kebaikan ibundanya. Uang arisan dan lainnya kerap digunakan Riri untuk melakukan usaha sampingan, mulai dari angkot hingga usaha konveksi.

Dua tahun kepergian sang ibunda, Nirina Zubir masih kesal dengan Riri Khasmita. Nirina Zubir tak percaya Riri Khasmita tega merampas aset ibunya dengan cara licik.

“November ini dua tahun (kepergian Cut Indria Martini) dan (meninggal) dalam tidurnya. Saya bersyukur ibu saya tidak melalui sakit tapi masih ada sakit di hati saya karena urusannya orang terdekat ibu saya yang melakukan ini,” kata Nirina Zubir.

Rupanya, kepercayaan itu dibalas dengan kejahatan oleh Riri. Bersama suaminya, Riri disebut menggasak 6 sertifikat tanah milik Cut Indria Martini. Dari hasil malingnya itu, Riri membuat bisnis dan foya-foya.

Nirina kecewa besar dengan apa yang telah dilakukan oleh mantan asisten rumah tangganya tersebut kepada almarhumah ibu. “Dia (Riri Khasmita) hidup dari ibu saya karena hatinya sensitif dan mau menolong orang. Dia bukan siapa-siapa tapi hati ibu saya mau menampung karena hidupnya kurang diterima sama keluarga ibu tirinya,” tutur Nirina dalam jumpa wartawan yang digelar di Hotel Goodrich pada Rabu (17/11/2021).

“Saya sakit hati dan marah karena saya tahu ibu saya sederhana sekali karena ibu saya nggak pernah nikmati uangnya sendiri. Tapi dia (Riri dan Endrianto) beli mobil baru, dia jalan-jalan ke luar negeri, dia modalin adiknya sekolah di Malaysia dari hasil ibu saya,” kata Nirina Zubir. Nirina mengatakan tersangka Riri merupakan mantan asisten keluarganya. Sehari-hari dia mengasuh ibunya yang telah berusia lanjut.

Nirina menambahkan tersangka Riri kerap menggunakan uang ibunya untuk kepentingan pribadinya. Namun, hingga saat ini tidak ada permintaan maaf yang keluar dari tersangka Riri.

“Sebelumnya saya tahu dia gunakan uang ibu saya untuk bisnis angkot dan arisan. Jadi berkembang terus dari Rp 5 juta, R0 10 juta, Rp 15 juta, dan Rp 100 juta sampai tanah sekarang diincar,” katanya.

“Dari ibunya, Khasnisyah dari Bukit Tinggi nggak ada permohonan maaf bahkan kami satu keluarga dimaki-maki dan dihasut ke satu kompleks bahwa kami anak tak tahu diri tapi ya sudahlah ibu manapun melindungi anaknya tapi anaknya sudah ditahan dan ditetapkan tersangka,” tambahnya.

Ayah kandung Nirina Zubir sudah mendengar aset tanahnya digasak oleh asisten rumah tangga. Saat mengetahui hal itu, ayah Nirina Zubir yang mengidap stroke langsung masuk rumah sakit karena kondisi menurun. Hal itu diungkapkan Nirina Zubir saat ditemui di kawasan Antasari, Jakarta Selatan, Rabu (17/11/2021).

“Itu tadi kenapa saya di sini tuh personal banget ya. Bapak saya kondisinya sekarang sedang di rumah sakit. Beliau baru terkena stroke,” ungkap Nirina Zubir. “Akhirnya (tahu) dari kami. Tapi ya responnya kurang menyenangkan,” tambah istri musisi Ernest Cokelat ini.

Foto ayah Nirina Zubir yang memakai selang oksigen di RS menjadi sorotan. Kondisi sang ayah itu dibagikan Nirina Zubir melalui Instagram Story miliknya.

Nirina Zubir mengunggah foto ayahnya yang terbaring lemah di Rumah Sakit Pelni Petamburan. Dia begitu senang bisa kembali mengurus sang ayah usai menyelesaikan masalah perampasan 6 sertifikat tanah milik mendiang ibu.

Dalam unggahan selanjutnya, Nirina mengucapkan terima kasih kepada manajemen RS Pelni yang sudah memberikan perawatan untuk ayahnya di tengah penyelesaian masalah mafia tanah itu. Dia juga menunjukkan kerabatnya yang setia menunggui sang ayah selama di rumah sakit.

Awalnya, Nirina Zubir tidak mau memberitahu masalah ini kepada ayahnya. Namun karena satu dan lain hal, ia terpaksa harus memberitahu masalah ini.

“Maksudnya kan saya juga dari awal tadinya nggak pengin terlalu melibatkan bapak saya yang sudah 82 tahun. Karena kami menghindari kondisi fisik atau kesehatan yang menjadi mengganggu,” tutur Nirina Zubir. “Tapi akhirnya kami (keluarga) sepintas kami tetap ceritakan,” lanjutnya.

Mengenai masalah itu, sang ayah pun menyerahkan seluruhnya kepada anak-anaknya. Nirina Zubir berharap semoga kasus mafia tanah yang menimpanya tidak terjadi kepada orang lain.

“Bapak juga sudah menyerahkan, ‘Ya sudah kalian jalankan selesaikan.’ Tapi kami juga nggak bisa ngomong terlalu detail karena ya sudah terbukti, akhirnya kemarin ada pikiran sedikit. Akhirnya sekarang beliau ada di rumah sakit,” papar Nirina Zubir.

“Makanya kembali lagi semoga apa yang terjadi pada kami menjadi pembelajaran dan semoga oknum-oknum lainnya tidak berkeliaran lagi. Karena sekarang banyak sekali kasus ini, saya ketahui yang terjadi yang melibatkan mafia tanah. Jadi semoga ini menjadi pembelajaran berwaspadalah pada aset yang kita miliki,” jelasnya.

Nirina Zubir berdoa semoga masalah yang menimpa keluarganya bisa cepat selesai. Sebab, 6 aset properti ibunya telah raib digondol ART dengan total kerugian Rp 17 miliar.

“Jadi kembali lagi ini jadi pribadi gitu buat kami sekeluarga jadi kayak ya sudah yuk kita selesaikan masalah ini. Bapak saya ya sudah sekarang kita hanya menjalani apa yang sekarang kami hadapi, insyaallah kita selesaikan dan mudah-mudahan dipermudah,” tukas Nirina Zubir.

Polisi mengungkap latar belakang Riri Khasmita mengambil aset ibunda Nirina Zubir, Cut Indria Martini. Tak lain dan tak bukan adalah untuk mencari keuntungan.

Hal itu diungkapkan oleh Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat.

“Latar belakangnya mencari keuntungan uang sudah pasti. Dari hasil itu, diuangkan dengan dua cara, yaitu dijual dan diagunkan,” ujar Kombes Tubagus Ade Hidayat saat konferensi pers di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Kamis (18/11/2021).

Riri Khasmita tidak bekerja sendiri. Ia dibantu oleh suaminya, Endrianto. Kemudian Riri Khasmita memiliki kenalan seorang notaris bernama Faridah dari PPAT Tangerang yang melancarkan aksinya jadi mafia tanah. Riri Khasmita dimintai tolong untuk mengurus sertifikat-sertifikat tanah milik Cut Indria Martini, yang diduga hilang oleh sang pemilik.

Namun Faridah butuh bantuan notaris lainnya. Sebab, keenam aset properti milik ibunda Nirina Zubir seluruhnya berada di wilayah Jakarta Barat. Alhasil, Faridah mengajak Ina Rosaina dan Erwin Riduan dari PPAT Jakarta Barat. Kelima orang itu pun telah ditetapkan menjadi tersangka atas kasus pemalsuan surat dan dijerat dengan Pasal 263, 264, 266 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Namun baru tiga tersangka yang ditahan oleh polisi. Tiga tersangka itu adalah Riri Khasmita, Endrianto, dan Faridah. Sedangkan Ina Rosaina dan Erwin Riduan masih bebas berkeliaran karena belum memenuhi panggilan polisi sebagai tersangka.

“Ada dua klaster: pelaku dan notaris. Peran suami-istri, dia mendapatkan untuk pengurusan surat tanah, kemudian yang memerintahkan meninggal dunia. Kemudian minta tolong ke notaris,” tukas Kombes Tubagus Ade Hidayat.